akuntansi mnejemen


MATERI   :
  1. PERAN, SEJARAH, DAN TUJUAN AKUNT MANAJEMEN DAN INTRODUCTION  )
  2. PERILAKU BIAYA AKTIVITAS  )
  3. ANGGARAN BERDASARKAN FUNGSI DAN AKTIVITAS
  4. HARGA TRANSFER  )
  5. VARIABEL COSTING )
  6. EVALUASI KINERJA )
  7. ANALISIS BIAYA VOLUME LABA )
  8. PENGAMBILAN KEPUTUSAN TAKTIS





1. KEBUTUHAN ATAS INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
(IAM)
n  Manajer, Pekerja, dan eksekutif menggunakan informasi akuntansi manajemen utk mengidentifikasi masalah, memecahkan masalah dan mengevaluasi kinerja
n  IAM membantu manajer menjalankan perannya dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan
n  Perencanaan-à rumus terperinci mengenai langkah-langkah untuk mencapai tujuan tertentu
n  Pengendalian-à proses memonitor implementasi tujuan ttt.
n  Pengambilan keputusan-à proses memilih diantara berbagai alternatif yg ada

PERBEDAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DENGAN AKUNTANSI KEUANGAN
n  AKUNTANSI MANAJEMEN, fokus pengguna internal, tdk megikuti  aturan, lebih bersifat subjektif dan menggunakan ukuran keuangan dan non keuangan, menyediakan informasi lbh rinci dan lebih luas serta multi disipliner, penekanan pd masa yg akan datang
n  AKUNTANSI KEUANGAN, Pengguna eksternal, PSAK, objektif,

SEJARAH SINGKAT AKUNTANSI MANAJEMEN
n  PROSEDUR PENETAPAN HARGA POKOK PRODUK DAN AKUNTANSI INTERNAL TAHUN 1880-1925
n  1925 PENETAPAN BIAYA PERSEDIAAN
n  1950 DAN 1960 USAHA PENINGKATAN KEGUNAAN MANAJERIAL DARI SISTEM BIAYA TRADISIONAL
n  1970 SAMPAI SEKARANG PERKEMBANGNA MODERNISASI

TEMA/ISU BARU AKUNTANSI MANAJEMEN
n  NILAI BAGI PELANGGAN
n  TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT)ZERO DEFECT MENGHILANGKAN PEMBOROSAN DAN PRODUK YG SEMPURNA
n  ABM (ACTIVITY BASED MANAGEMENT)
n  PENETAPAN POSISI STRATEGIS-à KEPEMIMPINAN PRODUK ATAU DIFERENSIASI PRODUK

PERAN AKUNTAN MANAJEMEN
n  BERTANGGUNG JAWAB UTK MENGIDENTIFIKASI, MENGUMPULKAN, MENGUKUR, MENGANALISIS, MENGINTERPRETASI, MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI YG DIGUNAKAN MANAJEMEN UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI

ABM
n  SUATU PENDEKATAN DI SELURUH SISTEM DAN TERINTEGRASI YG MEMFOKUSKAN PERHATIAN MANAJEMEN PD BERBAGAI AKTIVITAS DENGAN TUJUAN MENINGKATKAN NILAI UTK PELANGGAN
n  ABM MENEKANKAN PADA BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

ORIENTASI PD PELANGGAN
n  NILAI BAGI PELANGGAN ADALAH SELISIH ANTARA YG
      PELANGGAN TERIMA DENGAN YG DISERAHKAN
n  YG DITERIMA--àPRODUK TOTAL
n  YG DISERAHKAN---àHARGA BELI, WAKTU, USAHA

VALUE CHAIN
n  RANTAI NILAI INTERNAL : RANGKAIAN AKTIVITAS YG DIBUTUHKAN UTK MENDESAIN, MENGEMBANGKAN, MEMPRODUKSI, MEMASARKAN, DAN MENGIRIM PRODUKKE PELANGGAN
n  RANTAI NILAI INDUSTRI : RANGKAIAN AKTIVITAS YG MENCIPTAKAN NILAI DAN SALING BERHUBUNGAN MULAI BHN MENTAH HINGGA PRODUK JADI

KESIMPULAN
n  AKUNTANSI MANAJEMEN ADALAH SUATU KEGIATAN (PROSES) YG MENGHASILKAN INFORMASI BAGI MANAJEMEN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI MANAJEMEN” (ABDUL HALIM, UGM)
n  “ FUNGSI UTAMA MANAJEMEN ADALAH PERENCANAAN, PENGENDALIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN”

AKUNTANSI MANAJEMEN
Analisis Hubungan BIAYA Volume dan Laba
Pendahuluan
p  Jumlah laba yg diperoleh merupakan indikator keberhasilan bagi perusahaan yg orientasinya mencari laba
p  Perusahaan perlu menyusun planning agar tujuan tsb tercapai
p  Hal tsb ditentukan o/ kemampuan perusahaan memprediksi kondisi dimasa yg akan datang yg penuh ketidakpastian

Ada tiga faktor mempengaruhi laba perusahaan yaitu biaya, volume (penjualan dan produksi) serta harga jual
p  Biaya-------------à harga jual
p  Harga jual---------à Volume penjualan
p  Volume penjualan----àvolume produksi
p  Volume produksi-----à Biaya produksi

Analisis hubungan antara biaya, volume dan laba merup. Salah satu alat bagi manajemen untuk menyusun perencanaan laba

Analisis Impas (BEP)
p  Impas merupakan suatu kondisi usaha, pada saat perusahaan tdk memperoleh laba, ttp tdk rugi atau jumlah biaya sama dengan penghasilan yg diperoleh
p  Berdasarkan analisis impas perusahaan dpt mengetahui jumlah minimum penjualan (dlm unit maupun rupiah)
p  Analisis impas dpt menggunakan 3 cara : aljabar, grafik dan coba-coba

Teknik Aljabar
p  Penghasilan total = Biaya Total
p  Penghasilan Total = Biaya Tetap total + Biaya Variabel Total
p  pX =a + bX, dimana :
            p = harga jual perunit
            X = Unit Produk
            a = Biaya tetap
            b = Biaya Variabel

p  Harga Jual perunit produk   = Rp 30.000
p  Biaya variabel perunit             = Rp 16.500
p  Total Biaya tetap pertahun   = Rp 148.500
Maka perhitungan impas adalah :

                                    Rp 148.500
Impas dalam unit = --------------------------
                                Rp 30000 – Rp 16500

p  Rumus perhitungan impas dalam satuan uang dpt menggunakan rasio margin kontribusi (Contribution Margin Ratio) sbb:
p   
                Total biaya tetap
Impas = ------------------------------------
               Rasio Margin Kontribusi

p  Rasio margin kontribusi = perbandingan antara margin kontribusi (jml Penghasilan dikurangi total biaya variabel)dengan total penghasilan

Berdasarkan soal
Rasio margin kontribusi = 45 % yaitu
Rp 30000 -16500 /30000
Maka impas dlam satuan uang adalah
148500/45% = 330000

Margin Keamanan (Margin of safety)
p  Selisih antara rencana penjualan (dalam unit atau satuan uang) dengan impas (dalam unit atau uang) penjualan
p  Margin keamanan memberikan informasi mengenai seberapa jauh realisasi penjualan dpt turun dari rencana penjualan agar perusahaan tdk rugi

Contoh soal
p  Berdasarkan contoh soal impas perusahaan menetpkan rencana penjualan 300000, bep 240000 maka margin keamanan = 60000. dari hasil tsb maka perusahaan jika tidak ingin rugi realisasi penjualan dapat turun maksimum 60000
p  Margin of safety biasanya dinyatakan dlm persen = 60000/300000 x 100 % = 20 %
Asumsi dalam analisis titik impas
p  Harga jual perunit tidak berubah pada berbagai volume penjualan
p  Perusahaan berproduksi pada jarak kapasitas yg secara relatif konstan
p  Jumlah perubahan persediaan awal dan akhir tidak berarti
p  Jika perusahaan menjual lebih dari satu macam produk. Komposisi produk yg dijual dianggap tdk berubah
p  Biaya dapat dipisahkan antara tetap dan variabel

Persamaam biaya – volume – laba
p  Total penghasilan = biaya tetap total + biaya variabel total + laba
p  PX = a + b X + c
p  Contoh, misal penentuan titik impas dg menggunakan persamaan biaya volume laba sbb
            2000X =40000 + 1500 X + 0
            500 X = 40000
            X = 80 unit

Misal perusahaan ingin laba 30000 jika harga jual dan biaya tdk berubah maka volume penjualan harus :
p  2000 X =40000 + 1500 X + 30000
p  500 X = 70000
p  X = 140

Analisis BVL thd perubahan harga jual perunit
p  Contoh perusahaan merencanakan menaikkan harga jual perunit dari 2000 menjadi 2500 jika volume penjualan tetap 140 maka akan mempengaruhi laba perusahaan dari 30000 menjadi :
            2500 (140) = 40000 +1500 (140) + c
            c = 350000 – (40000 + 210000)
            c = 100000

Analisis
p  Dari hasil perhitungan tsb dengan biaya dan volume tetap adanya kenaikan harga jual 25% akan berakibat terhadap kenaikan laba 2,33 kali
p  Jika prsh tetap ingin laba 30000 kenaikan harga jual 25 % akan mempengaruhi volume penjualan menjadi:
2500X = 40000+1500X+30000
1000X =70000----à X = 70 unit

Analisis
p  Dari hasil perhitungan tsb dg biaya dan laba tetap adanya kenaikan harga jual 25 % akan berakibat penurunan volume penjualan sebesar 50 %

Analisis BVL thd perubahan volume penjualan
p  Misal perusahaan memperkirakan kenaikan penjualan dari 140 unit menjadi 175 unit dg harga jual per unit 2000 maka total biaya dan laba perusahaan menjadi:
2000(175) = 40000+1500(175)+c
C = 350000 – (40000+262500)
Laba = 47500

Analisis soal
p  Kenaikan volume penjualan akan berakibat pada kenaikan total biaya sebesar 21 % (250 menjadi 302500) dan kenaikan laba menjadi 58 % (30000 menjadi 47500)

Analisis BVL thd perubahan biaya variabel perunit
p  Perub biaya variabel akan berdampak pada total cost dan laba
p  Misal biaya variabel naik dari 1500 menjadi 1600 maka dg harga jual , biaya tetap dan volume penjualan tetap maka :
2000(140) = 40000+1600(140) +c
C = 280000-(40000+224000) = 16000

Analisis soal
p  Adanya kenaikan biaya variabel perunit mengakibatkan kenaikan total cost dan penurunan laba

Analisis BVL thd perubahan total biaya tetap
p  Perubahan biaya tetap mempengaruhi total biaya dan laba
p  Misal ada kenaikan biaya tetap 40000 menjadi 50000maka:
2000(140) = 50000 +1500(140) + c
C = 280000 –(50000+210000)
C = 20000

Perencanaan laba dan pajak penghasilan
p  Perhitungan2 yg telah dilakukan diatas didasarkan pada tingkat laba sebelum diperhitungkan pph. Padahal pph merupakan hal yg penting diperhatikan oleh perusahaan
p  Perhitungan sebenarnya dapat dilakukan atas dasar laba sebelum pajak atau EBIT atau EAT
p  Bentuk umum 1 - t
Contoh
p  Sebuah perusahaan ingin laba setelah pajak 15000000 dan  margin kontribusi 1000, biaya tetap 30000000 dan tarif pajak 25 % jumlah unit yg harus dijual utk menghasilkan laba setelah pajak 15000000 adalah
Laba sebelum pajak = laba setelah pajak/1-t
15000000/1-25% = 20000000 maka
Jumlah unit yg harus dijual 30 jt+20 jt/1000 = 50000 unit

Pajak tarif progresif
Rumus :
p  Utk peghasilan yg lebih besar dari 38500000 maka:
            EBIT = EAT -6000000/0,65
            Penjualan yg diinginkan
            BT +EAT-6000000/0,65
      -----------------------------------
            Margin kontribusi
Tugas
p  Berikut ini adalah data dari charles company tahun 2008:

Keterangan
Total
Jumlah biaya per unit
Penjualan
(-) Biaya Variabel
Margin Kontribusi
(-) Biaya Tetap
Laba Operasi
Rp 200.000
120000
80000
64000
16000

Rp20
12
8

                                               
Berdasarkan soal tsb buatlah :
p  Hitunglah bep dalam unit dan rupiah
p  Berapa unit yg harus dijual supaya laba Rp 30000
p  Hitunglah rasio margin kontribusi, hitunglah tambahan laba jika penjualan lebih tinggi 25000 dari proyeksi
p  Jika perusahaan ingin laba 20 % dari penjualan. Berapa unit harus terjual utk mencapai sasaran tsb. Buktikan dg perhitungan laba rugi
 

Achmadlatif77@yahoo.com (maximal jam 12.00) hari sabtu tgl  nov. 2010 Pengumpulan tugas
p  400 x = 45000 + 325 x + c
p  Bep
p  C = 40000
p  P = 350


2. Activity Cost Behavior (PRILAKU BIAYA AKTIFITAS)
TUJUAN
1.   Mendefinisikan perilaku biaya tetap, variabel dan  campuran
2.   Menjelaskan peranan model penggunaan subr daya dalam memahami perilaku biaya.
     3.    Separate mixed costs into their fixed and variable   
            components using the high-low method, the scatterplot  
      method, and the method of least squares
4.   Evaluate the reliability of a cost equation.
5.   Discuss the role of multiple regression in assessing cost
      behavior.
6.   Describe the use of managerial judgment in determining cost
      behavior.

A variable cost adalah biaya yg dlm jml total bervariasi secara proporsional thd perub.output
As the cutting machines cut each unit, they use 0.1 kilowatt-hour at $2.00 per kilowatt hour.  Thus, the cost of each unit is $0.20 ($2 x 0.1). 

A mixed cost is biaya yg komponennya dua biaya yaitu tetap dan variabel 
Agen penjualan sering dibayar dg gaji yg ditambah komisi penjualan.
Flexible resources sumber daya yg dipasok pada saat digunakan dan dibutuhkan.  Materials and energy are examples.

Sbr daya terikat are sbr daya yg dipasok sebelum digunakan.  Buying or leasing a building is an example of this form of advance resource acquisition.
The linearity assumption assumes that variable costs increase in direct proportion to the number of units produced (or activity units used).


The Scatterplot Method

The Method of Least Squares
The results give rise to the following equation:
Setup costs = $125 + ($6.75 x Setup hours)
R2 = .944, or 94.4 percent of the variation in setup costs is explained by the number of setup hours variable.
Multiple Regression
TC = b0 + ( b1X1)  + (b2X2)  +  . . .
b0 = the fixed cost or intercept
b1 = the variable rate for the first independent variable
X1 = the first independent variable
b2 = the variable rate for the second independent variable
X2 = the second independent variable

Multiple Regression
          The results gives rise to the following equation:
          Utilities cost = $243.11 + $1.097(Machine hours) +             ($510.49 x Summer)
          R2 = .967, or 96.7 percent of the variation in utilities cost is explained by the machine hours and summer variables.

Managerial Judgment
Managerial judgment is hal yg sgt penting dlm menentukan perilaku biaya .biasanya berdasarkan pengalaman

LEMBAR TUGAS
         DIKETAHUI DATA BIAYA SBB:   
BIAYA PEMERIKSAAN
JML PEMERIKSAAN
6200
7120
8820
9140
10000
100
200
300
400
500                                                                                               

HITUNGLAH
         BERAPA BIAYA TETAP DAN VARIABELNYA
4. Penentuan Harga transfer

Pengertian
o  Adalah nilai produk atau jasa dipertukarkan (diperjualbelikan) antar pusat pertanggungjawaban di dalam perusahaan
o  Harga transfer dapat dibedakan dengan harga jual
o  Masalah pokok dalam harga transfer adalah dasar yang digunakan dalam penentuan harga transfer
o  A-----------àB------------C
o  Harga transfer disatu pihak merupakan pendapatan bagi pusat pertanggungjawaban yg menyerahkan produk atau jasa dan dilain pihak merupakan biaya bagi pusat pertanggungjawaban yg menerima produk atau jasa
o  Harga transfer harus ditentukan secara adil agar tidak merugikan pusat pertanggungjawaban yg mengadakan transaksi

Akuntansi Pertanggungjawaban
         Pertanggungjawaban merupakan suatu segmen bisnis yg manajernya bertanggungjawab thd serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu
         Akuntansi pertanggungjawaban suatu sistem yg mengukur berbagai hasil yg dicapai oleh setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yg dibutuhkan oleh para manajer utk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka

PERAN INFORMASI DAN AKUNTABILITAS
         AKUNTABILITAS

AKTIVA BERSIH OPERASI
{NILAI BUKU AWAL BERSIH+NILAI BUKU AKHIR BERSIH)/2

Metode penentuan harga transfer
o  Metode harga pasar
o  Metode harga pokok
o  Metode negoisasi
o  Metode arbitrasi
Metode harga pasar
o  Metode ini, harga transfer ditentukan atas dasar harga pasar produk
o  Umumnya digunakan pd organisasi yg desentralisasi
o  Metode ini dianggap yg paling baik utk mengatasi masalah penentuan harga transferkarena lebih bersifat independen dan dapat menunjukkan perolehan laba yang layak utk setiap divisi
o  Harga pasar yg digunakan disebut harga pasar yg dimodifikasi atau harga pasar minus yaitu harga pasar setelah dikurangi dg biaya penjualan jk perusahaan tdk bertransaksi dg pihak eksternal

Rumus harga pasar


Contoh harga pasar
o  Prsh mempunyai dua divisi yaitu divisi M dan N. divisi M menghasilkan 5000 unit produk A yg dapat dijual kepada divisi N atau kepada pihak lain diluar perusahaan dengan harga pasar 200/unit. Biaya produk A adalah Biaya Variabel 80 dan biaya tetap 250000. biaya yg dapat dihindari jika produk A dijual ke N adalah pot. Penjualan 10, biaya angkut 2,5 biaya iklan 5 dan komisi penjualan 2,5. produk A didivisi M diolah lebih lanjut menjadi produk B dg tambahan biaya pengolahan 300/unit. Produk B dijual 700/unit biaya penjualan 50 per unit. Jika 60% produk A dijual keN dan sisanya keluar berapa laba masing-masing divisi?

LANGKAH MENJAWAB SOAL
o  HITUNG HARGA TRANSFER
o  LABA/RUGI DIVISI

KETERANGAN
DIVISI M
DIVISI N
PENJUALAN
BIAYA-BIAYA
LABA/RUGI
60%X5000X180
40%X5000X200



Metode harga pokok
o  Harga transfer ditentukan atas dasar harga pokok produksi dari produk yg dipertukarkan. Umumnya digunakan utk produk yg bersifat khusus dan tdk dihasilkan pihak eksternal (biasanya ditambah dengan prosentase laba dari harga pokok) contoh berdasarkan data awal laba 30 %
o  Harga pokok plus = harga pokok + (%laba X Harga Pokok)
o  30 %

Metode negoisasi
o  Penentuan harga transfer atas dasar tawar menawar antara divisi penjual dan divisi pembeli. Contoh berdasarkan kesepakatan  nego harga transfer adalah 175

Metode arbitrasi
o  Harga transfer ditentukan oleh direksi atau pihak lain yg ditugaskan sebagai arbitrator dalam penentuan harga transfer
o  Metode ini digunakan jika timbul konflik dalam nego harga transfer
o  Contoh perhitungan ditentukan 142
















5. Variable Costing
Pendahuluan
*      Variabel costing merupakan merupakan metode penentuan harga pokok produk yg membebankan unsur biaya produksi yg bersifat variabel saja

Keunggulan variabel costing
*      Alat perencanaan operasi
*      Penetapan harga jual
*      Alat bantu pengambilan keputusan manajemen
*      Alat pengendalian manajemen
*      Penentuan titik impas

Kelemahan variabel costing
*      Kesulitan dalam pemisahan biaya tetap dan variabel
*      Tidak dapat diterima untuk pelaporan ekstern

Costing Method
*      Full Costing
                        = Absorption Costing

*      Variable Costing
                        = Direct Costing
                        = Marginal Costing
Laporan Laba/Rugi (Variabel Costing)

Penjualan...............       Rp 000
Biaya variabel........       Rp 000 (-)
Kontribusi Margin..       Rp 000
Biaya tetap ...........       Rp 000 (-)
                 LABA ..      Rp 000










FULL COSTING
Penjualan                                Rp 000           
HPP:                                       
  Persediaan awal                      Rp 00              
  Biaya produksi:                                              
     BB              Rp 00                          
     BTK           Rp 00                          
     BOP t & v   Rp 00 +                                  
                                    Rp 00 +                      
Tersedia untuk dijual     Rp 00                          
Persediaan akhir                       Rp 00 (-)        
      Jumlah HPP                                    Rp 000 (-)       
Laba Kotor                             Rp 000                                                                                  
Biaya Periode:                                     
   Biaya Pemarasan            Rp 00                                 
   Biaya Adm & umum Rp 00 +                                  
                                                Rp 000 (-)       
                        Laba Usaha    Rp 000                       

Laporan Laba/Rugi (Variabel Costing)
Penjualan...............                                Rp 000
Biaya variabel......      .Rp 000 (-)
HPP         ................... Rp 000
Biaya Adm Var.          Rp 000
Biaya Pmsr Var           Rp 000 +
Total Biaya variabel                            Rp 000 -

Kontribusi Margin..                               Rp 000
Biaya tetap ...........                               Rp 000 -
                                   LABA ..            Rp 000





Laporan Laba/Rugi (Variabel Costing)
Biaya variabel
  HPP
Persd PJ awal........ Rp 000
Biaya Produksi:
   BB.......... Rp 00
   BTK....... Rp 00
   BOP var  Rp 00+ Rp 000+
TUD...................... Rp 000
Persd Pj akhir........ Rp 000
Jml HPP................ Rp 000
Biaya Adm Var............ Rp 000
Biaya Pmsr Var...........  Rp 000 +
                    Total Biaya variabel Rp 000 (-)

Unit Cost Computations
PT Merpati. produces a single product with the following information available:
 










Unit Cost Computations
Unit product cost is determined as follows:
 






Selling and administrative expenses are
always treated as period expenses and deducted from revenue.


Income Comparison of Absorption and Variable Costing
PT Merpati had no beginning inventory, produced 20.000 units and sold 20,000 units this month.


 









PT Merpati àUNIT Data
 







PT Merpati àYear 2
Unit product cost is determined as follows:


 








No change in PT Merpati’s cost structure.


Reconciliation
We can reconcile the difference between absorption and variable income as follows:
              Fixed FOH
A – V = -------------- * (Q – S)
                      Q
A = Absorption Costing
V = Variable Costing
Q = Quantity Produced
S  = Units Sold

Summary



 

































6. EVALUASI KINERJA
Performance Evaluation in the Decentralized Firm

Responsibility accounting is sistem yg mengukur berbagai hasil yg dicapai oleh setiap pusat pertanggungjwaban menurut informasi yg dibutuhkan o/ para manajer u/ mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka 

Types of Responsibility Centers
Cost center:  A responsibility center in which a manager is responsible only for costs.
Revenue center:  A responsibility center in which a manager is responsible only for sales.
Profit center:  A responsibility center in which a manager is responsible for both revenues and costs.
Investment center:  A responsibility center in which a manager is responsible for revenues, costs, and investments.

Reasons for Decentralization
1.         Kemudahan mengumpulkan dan menggunakan informasi lokal
2.         Fokus manajemen pusat
3.         Melatih dan memotivasi para manajer segmen
4.         Meningkatkan daya saing, membuka segmen pasar
Return on Investment
Advantages of ROI
1. Mendorong manajer fokus pd hubungan penjualan, biaya dan investasi
2. Mendorong manajer fokus pd efisiensi biaya
3. Mendorong manajer fokus pd efisiensi aktiva operasi

Disadvantages of ROI
1)      Mengakibatkan fokus yg sempit pd profitabilitas divisi, korbankan profitabilitas perusahaan
2)      Manajer fokus pd jangka pendek bukan jk panjang

Economic Value Added
Economic value added (EVA) is after-tax operating profit minus the total annual cost of capital.

EVA = After-tax operating income – (Weighted average cost of capital x Total capital employed)

Cost of Capital
There are two steps involved in computing cost of capital:
1.         Menentukan biaya tertimbang rata-rata atas modal
2.         menentukan total modal yg terpakai

Weighted Average Cost of Capital
Suppose that a company has two sources of financing:  $2 juta obligasi jangka panjang dg bunga 9% dan $6 juta saham biasa yg dipertimbangkan sbg resiko rata2 jika tingkat pajak perusahaan 40% dan tingkat obligasi pemerintah jk panjang 6%, the company’s weighted average cost of capital is computed as follows:

Weighted Average Cost of Capital
          Amount          Percent x After-Tax Cost    =  Weighted Cost
Bonds    $2,000,000    0.25         0.009(1 –0.4)       = .054     0.0135
Equity     6,000,000      0.75         0.06 + 0.06          = .120      0.0900
   Total $8,000,000                                                                  0.1035

Thus, the company’s weighted average is 10.35 percent.

EVA Example
1. Suppose that Mahalo, Inc., had after-tax operating income last year of  
    $900,000.  Three sources of financing were used by the company: $2
    million of mortgage bonds paying 8 percent interest, $3 million of
    unsecured bonds paying 10 percent interest, and $10 million in common
    stock, which was considered to be no more or less risky than other
    stocks.  Mahalo, Inc. pays a marginal tax rate of 40 percent.


Weighted Average Cost of Capital
 Amount                               Percent x After-Tax Cost  = Weighted Cost
Mortgage
   bonds            $ 2,000,000     0.133   0.048                            0.006
Unsecured
   bonds               3,000,000     0.200   0.060                            0.012
Common
   stock              10,000,000+   0.667   0.120                            0.080+
  Total             $15,000,000
Weighted average cost of capital                                           0.098                         
2. Mahalo’s EVA is calculated as follows:
     After tax operating income               $900,000
     Less: Cost of capital                                      784,000
     EVA                                                           $116,000
                       
Behavioral Aspects of EVA
Sejumlah perusahaan tlh menemukan bhw EVA membantu mendorong jenis perilaku yg benar dari berbagi divisi dg menunjukkan bhw penekanan semata-mata pd pendapatan operasional tdklah mencukupi. Alasan yg mendasar adalah EVA mengandalkan biaya modal yg sebenarnya

Dibanyak perusahaan tanggung jawab keputusan investasi terletak pd manajemen perusahaan akibatnya biaya modal diperhitungkan sbg pengeluaran perusahaan. Jika suatu divisi menumpuk persediaan dan melakukan investasi , biaya pendanaan akan dilaporkan neraca laba rugi perusahaan sec. keseluruhan dan tdk diperlihatkan sbg pengurang laba divisi

Incentive Pay for Managers
Why would managers not provide good service?  There are three reasons:
1.   Manajer mungkin memiliki kemampuan yg rendah
2   .Manajer mungkin lebih suka utk tdk bekerja sekeras yg dibutuhkan
3.  Manajer mungkin lebih suka untuk memanfaatkan sumber daya
     perusahaan u/ tunjangan
Tunjangan adalah jenis keuntungan tambh yg diterima o/ manajer di luar gaji mereka
  • Kantor mewah
  • Penggunaan mobil atau pesawat prsh
  • Rekening kredit yg ditanggung prsh
  • Keanggotaan klub elit ditanggung prsh


Transfer Pricing
The value of a transferred good is revenue to the selling division and cost to the buying division.  This value is called transfer pricing.

Opportunity Cost Approach
This approach identifies the minimum and maximum price that a selling division would be willing to accept and the maximum price that a buying division would be willing to pay.

The maximum transfer price is the transfer price that would leave the buying division no worse off if an input were purchased from an internal division than if the good were purchased externally (ceiling).

The Transfer Pricing Illustration
Tyson Manufacturers produces small appliances.  The Small Parts Division produces parts used by the Small Motors Division.  The parts also are sold to other manufacturers and wholesalers.

The Small Motors Division is operating at 70 percent capacity.  A request is received  for 100,000 units of a certain model at $30 per unit.  A component for this motor can be supplied by the Small Parts Division.  The transfer price is $8 despite the Small Parts Division only experiencing a cost of $5 per unit.

Using the $8 transfer price, the total cost is $31 per unit, calculated as follows:



The Small Motors Division is operating at 70 percent capacity, so the $10 fixed cost is not relevant.  Recalculating the cost--
 The Small Motors Division can pay the Small Parts Division $8 per unit and still make a substantial contribution to the overall profitability of the Division.

Negotiated Transfer Prices
When imperfections exist in competitive markets for the intermediate product, market price may no longer be suitable.

Disadvantages of Negotiated Transfer Prices
  1. A division manager who has private information may take advantage of another divisional manager.
  1. Performance measures may be distorted by the negotiated skills of managers.
  2. Negotiation can consume considerable time and resources.

Despite the disadvantages, negotiated price transfer prices offer some hope of complying with the three criteria of goal congruence, autonomy, and accurate performance evaluation.




7. ANALISIS BIAYA VOLUME LABA
Cost-Volume-Profit Analysis:  A Managerial Planning Tool

Using Operating Income in CVP Analysis
Narrative Equation
Sales revenue
              Variable expenses
              Fixed expenses  
            = Operating income

Sales (1,000 units @ $400)          $400,000
Less:  Variable expenses                 325,000 -
Contribution margin                     $  75,000
Less:  Fixed expenses                      45,000 -
   Operating income                     $  30,000
Break Even in Units
0 = ($400 x Units) – ($325 x Units) – $45,000
0 = ($75 x Units) – $45,000
$75 x Units = $45,000
          Units = 600
Proof
Sales (600 units)           $240,000
Less:  Variable exp.        195,000
Contribution margin      $  45,000
Less:  Fixed expenses       45,000
    Operating income     $           0
JALAN PINTAS

TITIK IMPAS DALAM UNIT ADALAH BIAYA TETAP/MARGIN KONTRIBUSI PER UNIT
$45000/($400-$325) =45000/75 = 600

Targeted Income as a Percent of Sales Revenue
Desired Operating Income of  15% of Sales Revenue
0.15($400)(Units) = ($400 x Units) – ($325 x Units) – $45,000
           $60 x Units = ($400 x Units) – $325 x Units) – $45,000
           $60 x Units = ($75 x Units) – $45,000
           $15 x Units = $45,000
                     Units = 3,000

After-Tax Profit Targets
Net income = Operating income – Income taxes
                   = Operating income – (Tax rate x Operating income)
                   = Operating income (1 – Tax rate)
Or

Operating income =   Net income
                                  (1 – Tax rate)

After-Tax Profit Targets
If the tax rate is 35 percent and a firm wants to achieve a profit of $48,750.  How much is the necessary operating income?
$48,750 = Operating income – (0.35 x Operating income)
$48,750 = 0.65 (Operating income)
$75,000 = Operating income

How many units would have to be sold to earn an operating income of $48,750?
Units = ($45,000 + $75,000)/$75
Units = $120,000/$75
Units = 1,600
Proof
Sales (1,600 units)          $640,000
Less:  Variable exp.          520,000-
Contribution margin        $120,000
Less:  Fixed expenses         45,000-
Operating income           $  75,000
Less:  Income tax (35%)   26,250-
   Net income                  $  48,750

Break-Even Point in Sales Dollars
First, the contribution margin ratio must be calculated.
Sales                       $400,000  100.00%
Less:  Variable
  expenses                 325,000-   81.25%-
Contribution
  margin                  $  75,000   18.75%
Less:  Fixed exp.       45,000
Operating income $  30,000
 
Profit Targets and Sales Revenue
How much sales revenue must a firm generate to earn a before-tax profit of $60,000.  Recall that fixed costs total $45,000 and the contribution margin ratio is .1875.
Sales = ($45,000 + $60,000)/0.1875
            = $105,000/0.1875
            = $560,000





Multiple-Product Analysis
                                                Mulching          Riding
                                                 Mower             Mower             Total
Sales                                        $480,000         $640,000         $1,120,000
Less:  Variable expenses             390,000           480,000              870,000
Contribution margin                  $  90,000         $160,000         $   250,000
Less:  Direct fixed expenses          30,000             40,000                70,000
Product margin             $  60,000         $120,000         $   180,000
Less:  Common fixed expenses                                            26,250
   Operating income                                                                  $   153,750

Income Statement:  B/E Solution
                                                Mulching        Riding
                                                 Mower          Mower           Total
Sales                                        $184,800         $246,400         $431,200
Less:  Variable expenses             150,150           184,800           334,950
Contribution margin                  $  34,650         $  61,600         $  96,250
Less:  Direct fixed expenses          30,000             40,000             70,000
Segment margin                        $    4,650         $  23,600         $  26,250
Less:  Common fixed expenses                                         26,250
   Operating income                                                                  $           0

PAKET IMPAS = 96250/625 = 154 PAKET
The profit-volume graph portrays the relationship between profits and sales volume.

Example
The Tyson Company produces a single product with the following cost and price data:
Total fixed costs                 $100
Variable costs per unit  5
Selling price per unit                10
The cost-volume-profit graph depicts the relationship among costs, volume, and profits.
Assumptions of C-V-P Analysis
1 The analysis assumes a linear revenue function and a linear cost function
2.The analysis assumes that price, total fixed costs, and unit variable costs  
   can be accurately identified and remain constant over the relevant range.
3. The analysis assumes that what is produced is sold.
4. For multiple-product analysis, the sales mix is assumed to be known.
5.The selling price and costs are assumed to be known with certainty.
Margin of Safety

Assume that a company has the following projected income statement:
            Sales    $100,000
            Less: Variable expenses              60,000
            Contribution margin               $  40,000
            Less: Fixed expenses                  30,000
            Income before taxes                $  10,000                    
Break-even point in dollars (R): 
        R = $30,000 ÷ .4 = $75,000
Safety margin = $100,000 - $75,000 = $25,000

Degree of Operating Leverage (DOL)
DOL = $40,000/$10,000 = 4.0
Now suppose that sales are 25% higher than projected.  What is the percentage change in profits?
Percentage change in profits = DOL x percentage change in sales
Percentage change in profits = 4.0 x 25% = 100%

Proof:
            Sales                                        $125,000
            Less: Variable expenses                75,000
            Contribution margin                  $  50,000
            Less: Fixed expenses                    30,000
            Income before taxes                 $  20,000
CVP and ABC
Assume the following:
Sales price per unit                                                                   $15
Variable cost                                                                                5
Fixed costs (conventional)                                                         $180,000
Fixed costs (ABC) $100,000 with $80,000 subject to ABC analysis
Other Data:
                                                Unit                              Level of
                                            Variable                           Activity
            Activity Driver  Costs                             Driver
            Setups                          $500                               100
            Inspections                       50                               600
                       
CVP and ABC
1.  What is the BEP under conventional analysis?
BEP     =         $180,000 ÷ $10
                        =         18,000 units
2.  What is the BEP under ABC analysis?
BEP     =         [$100,000 +  (100 x $500) + (600 x                                                              $50)]/$10
                        =         18,000 units
3.  What is the BEP if setup cost could be reduced to $450 and inspection cost reduced to $40?
BEP     =         [$100,000 + (100 x $450) + (600 x $40)]/$10
                        =         16,900 units











8. PENGAMBILAN KEPUTUSAN TAKTIS

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN TAKTIS
         KENALI DAN DEFINISIKAN MASALAH
         IDENTIFIKASI SETIAP ALTERNATIF SBG SOLUSI YG LAYAK
         IDENTIFIKASI BIAYA DAN MANFAAT YG BERKAITAN DG SETIAP ALTERNATIF YG LAYAK
         HITUNGLAH TOTAL BIAYA DAN MANFAAT YG RELEVAN
         NILAILAH FAKTOR2 KUALITATIF
         PILIHLAH ALTERNATIF YG MENAWARKAN MANFAAT TERBESAR SEC KESELURUHAN

1 komentar: (+add yours?)

UII Official mengatakan...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Poskan Komentar